Mengenal Sindrom Dispepsia

Sindrom Dispepsia

Asam lambung sering naik setelah makan? Mungkin saja kamu mengalami sindrom dispepsia. Lebih dikenal dengan sebutan sakit mag, sindrom dispepsia merupakan kumpulan gejala yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas, seperti perih, nyeri perut dan kembung. Meskipun sindrom dispepsia umumnya bukan masalah kesehatan yang serius, tetapi bukan berarti sindrom ini boleh kamu abaikan. Pasalnya, bila tidak segera diobati dan diikuti dengan perubahan pola hidup, maka sindrom dispepsia bisa berkembang menjadi gejala penyakit pencernaan yang lebih parah.

Jenis Sindrom Dispepsia

Dispepsia dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu dispepsia organik dan non-organik:
  • Dispepsia organik adalah dispepsia yang disebabkan oleh adanya kelainan organik atau penyakit tertentu, seperti tukak lambung, penyakit asam lambung (GERD), radang pankreas, radang empedu, kanker lambung, dan lain-lain. Dispepsia organik paling sering terjadi pada usia lebih dari 40 tahun.
  • Dispepsia fungsional adalah dispepsia yang paling sering dialami banyak orang dan terjadi tanpa adanya kelainan atau gangguan kesehatan tertentu.

Penyebab Dispepsia Fungsional

Penyebab dispepsia fungsional yang sering dialami oleh banyak orang adalah sebagai berikut:
  • Pola Makan yang Kurang Baik

Membiasakan diri untuk makan secara teratur sangat penting bagi sekresi asam lambung. Karena dengan begitu, lambung dapat mudah mengenali waktu makan sehingga produksi asam lambung terkontrol. Tidak memiliki waktu makan yang teratur justru bisa memicu produksi asam lambung meningkat dan menimbulkan sindrom dispepsia.
  • Menelan Udara Terlalu Banyak

Kebiasaan mengunyah makanan yang tidak baik, seperti makan sambil berbicara atau sering menelan makanan tanpa dikunyah, bisa membuat kamu menelan terlalu banyak udara. Akibatnya, perut akan terasa kembung dan tidak enak.
  • Makanan atau Minuman Tertentu

Makanan yang berminyak dan berlemak bisa jadi penyebab dispepsia karena kedua jenis makanan tersebut membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Dampaknya, makanan tersebut akan berada di lambung lebih lama dari makanan lainnya. Akibatnya, asam lambung pun bisa naik. Begitu juga bila kamu sering mengonsumsi jenis minuman yang berisiko memicu asam lambung meningkat, seperti teh, atau minuman beralkohol.
  • Obat-obatan Tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti golongan antibiotik dan kortikosteroid juga bisa menimbulkan efek samping, yaitu meningkatnya produksi asam lambung. Hal itu menyebabkan terjadinya sindrom dispepsia.
  • Stres

Rasa stres juga bisa memicu produksi asam lambung yang berlebihan.

Gejala Asam Lambung

Gejala sindrom dispepsia biasanya, antara lain sakit perut atau kembung. Namun, bukan tidak mungkin anda juga mengalami nyeri ulu hati, mual, dan muntah. Gejala sindrom dispepsia lainnya adalah:
  • Perut terasa penuh padahal porsi makan yang dikonsumsi normal
  • Cepat merasa kenyang dan tidak bisa menghabiskan makanan
  • Sering buang gas
  • Rasa perih hingga panas seperti terbakar di lambung dan kerongkongan

Cara Mengobati Sindrom Dispepsia

Pengobatan sindrom dispepsia tergantung dari apa penyebabnya dan seberapa parah gejala yang dirasakan. Bahkan, kebanyakan orang bisa sembuh dari sindrom ini hanya dengan mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih baik. Berikut pola makan dan gaya hidup yang bisa diterapkan untuk mengatasi sindrom dispepsia:
  • Makan dalam porsi yang sedikit, tetapi sering dan kunyah makanan secara perlahan.
  • Hindari minuman alkohol.
  • Menjaga agar berat badan tetap ideal dengan cara berolahraga secara teratur.
  • Hindari kebiasaan segera berbaring setelah makan. Setidaknya, tunggu dua sampai tiga jam setelah makan bila ingin berbaring.
  • Hindari stres.
Pengobatan selanjutnya dapat berupa pemberian obat-obatan, psikoterapi dan penyembuhan dengan hipnoterapi.

Hipnoterapi

Terapi melalui hipnoterapi dapat mencakup salah satu atau kombinasi berikut ini:
  • Perubahan pola makan dan gizi untuk memperbaiki kesehatan secara umum, yang dapat membantu mengurangi & menyembuhkan gejala dispepsia.
  • Membimbing penderita dan keluarganya mengenai perubahan perilaku.
  • Memberi obat untuk mengendalikan ketidak-seimbangan zat kimia dalam otak dan menargetkan area otak yang berfungsi untuk memfokuskan dan mengendalikan diri.
  • Konseling psikologis untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri.
Yang penting untuk diperhatikan yaitu, bimbingan dan terapi psikologis harus dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan keberhasilan terapi.
Dalam keadaan sangat rileks ini, otak bawah sadar akan terbuka untuk pelatihan ulang. Seorang hipnoterapis dapat memberikan saran atau memberikan petunjuk verbal.
Teknik hipnoterapi adalah cara penyembuhan dispepsia dll. Terapi bisa termasuk sesi konsultasi dengan ahli Terapi, terapi perilaku kognitif (CBT), teknik relaksasi untuk penyembuhan.
Untuk mengetahui perawatan mana yang tepat untuk kondisi Anda, konsultasikan lebih lanjut dengan ahli Terapi.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau informasi layanan penyembuhan, silahkan konsultasikan ke:

LAYANAN HYPNOTHERAPY PROFESIONAL UNTUK PELATIHAN & PENYEMBUHAN KLIK

Post a Comment

0 Comments